Kuliner

Warga Temlokorejo Gayam Siap Pasarkan Hasil Olahan Jamur Tiram

Warga Dusun Temlokorejo, Desa Gayam Ketika Memasak Hasil Olahan Jamur Tiram

Oleh : Atok Moch Nur Rozaqy‎

jimbojonegoro.net- Warga Dusun Templokorejo dan Dusun Kaliglonggong Desa Gayam, Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro mulai mengembangkan produk olahan jamur. Puluhan warga ring 1 Lapangan Banyu Urip Blok Cepu itu membuat es krim jamur, sate jamur, pastel, dan 13 olahan lainnya yang siap konsumsi. Minggu (2/10/2016) kemarin. Bahkan, rencananya hasil olahan ini akan segera dipasarkan.

“Rencananya akan kita pasarkan,”ungkap Saifudin, warga Dusun Templokorejo kepada jimbojonegoro.net Senin (3/10/2016)

Fudin, sapaan akrabnya, hasil olahan jamur tiram juga mendapat pelatihan dari chef yang profesional dan pendamping ahli dari Universitas Airlangga Surabaya. Dia mengungkapkan, tampilan makanan berbahan dasar jamur buatan warga ini cukup menarik. Dengan warna dan bentuk yang tidak jauh beda dengan kue atau makanan berbahan dasar lainnya.

“Kita ingin masyarakat tidak bosan mengkonsumsi jamur, makanya kita buat menjadi makanan yang enak dan sehat ini,” imbuh Saifudin.

Sejak 2014 warga di dua dusun ini membudidayakan jamur tiram. Hingga tahun ini mereka mendapat program budidaya jamur tiram dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bekerjasama dengan Universitas Airlangga Surabaya. Masing-masing dusun diberi kumbung jamur. Rumah bambu yang direka sedemikian rupa agar cocok untuk tumbuhnya jamur.

“Alhamdulillah panennya bagus, cuma ya penjualannya belum maksimal,” kata Toni, warga lainnya.

Perwakilan EMCL dan warga Desa Gayam Sedang Menikmati hasil olahan Jamur Tiram
Perwakilan EMCL dan warga Desa Gayam Sedang Menikmati hasil olahan Jamur Tiram

Menurut Community Development Coordinator EMCL, Beta Wicaksono, selama program, warga di dua dusun tersebut telah didampingi bagaimana cara budidaya jamur tiram yang baik. Warga, lanjut Beta, juga diajari bagaimana membuat media tanam jamur (backlog) sendiri tanpa harus beli.

“Ke depan tim Unair akan mengajari bagaimana memanfaatkan limbah backlog menjadi pupuk kompos, jadi semua dimaksimalkan,” tutur Beta seraya berharap program ini bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat.