Inspiratif Potensi Desa

Warga Beged ini Kembangkan Usaha Home Industri Tempe

JIMBojonegoro.net – Tempe merupakan makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Disamping rasanya yang gurih dan harganya yang relatif murah, tempe juga dianggap memiliki nilai ekonomi cukup menjanjikan bagi pembuatnya serta memiliki kandungan nutrisi tinggi, karena adanya proses fermentasi dalam pembuatannya. Tidak heran apabila kemudian tak sedikit masyarakat yang menekuni home industri pembuatan tempe, sebagai mata pencahariannya. Adalah Soleh (27) warga Desa Beged RT.05 Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur yang memilih usaha tempe dari pada pekerjaan lainnya.

Ketertarikan Soleh diawali dengan kegagalannya ketika membuka usaha depot makan yang berada di dekat Masjid At Taqwa Kuncen, Padangan. Tak kunjung menguntungkan, akhirnya usaha depotnya pun dihentikan. Dia pun akhirnya meneruskan usaha keluarganya yang sudah turun temurun yakni membuat tempe.

Tempe hasil buatan Soleh Warga Desa Beged Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro

Awal pertama kali membuat tempe, Dia menghabiskan kedelai sebanyak 3 kilogram. Namun tempe yang dibuatnya belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan bahkan sempat mengalami kegagalan alias nggak jadi tempe. Bapak satu anak ini, rupanya tidak mau menyerah, dia kembali melakukan uji coba, sambilmencari penyebab kegagalan dalam pembuatannya.

Karena kegigihannya, tempe hasil buatannya kini menjadi tempe yang sempurna dan siap untuk dikonsumsi. Dari sinilah kemudian Soleh memutuskan semakin mantap untuk meneruskan usaha keluarganya berupa home industri pembuatan tempe.

Semula dalam sehari dia mampu menghabiskan kedelai sebanyak 3 kilogram, kini jumlah produksinya terus mengalami peningkatan hingga 50 kg. Tampilan dan kemasan yang menarik, harga yang murah serta rasanya yang gurih dan mampu bertahan selama 3 hari, akhirnya menarik hati warga sekitar dan dia pun akhirnya kebanjiran order.

Dengan didampingi istrinya Purnawati, proses produksi tempe buatannya dilakukan di rumah produksi yang beralamat di Desa Beged RT.05 Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Tempe buatannya beragam ukurannya, ada yang berukuran kecil, sedang dan ukuran cukup panjang. “Tempe ukuran kecil kami bandrol dengan harga 1000 sampai 2500 rupiah, kemudian yang lebih panjang lagi ada harga 3000 rupiah”, jelas Soleh saat ditemui JIMBojonegoro.net di rumahnya Senin (10/09/2018).

Saat ini tempe buatannya sudah menembus di Pasar Plaza Cepu, Blora – Jawa Tengah. Dia pun berharap home industri yang dikembangkannya ini mendapat perhatian dari berbagai pihak khususnya pemerintah. Warga Blok Cepu Migas Banyu Urip ini berkeinginan untuk membeli alat tambahan berupa alat pengelupas ari kedelai agar memudahkan usahanya, namun apa daya modalnya belum cukup. [dik/JIM]