Inspiratif Peristiwa

NACE Chapter ITS Kunjungi Lapangan Migas Banyuurip

JIMBojonegoro.net – Kampus merupakan pabrik intelektual yang menghasilkan produk-produk profesional dan kompeten. Maka perusahaan adalah konsumen bagi perguruan tinggi. Mahasiswa adalah cikal bakal pakar dan ahli dalam bidang apapun.

Setidaknya itu yang ingin disampaikan Deny Kalfarosi, Corrosion Engineer ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) kepada para mahasiswa yang berkunjung ke Lapangan Banyu Urip pada Kamis (1/3/2019).

Insinyur di Central Processing Facility (CPF) di Lapangan Banyu itu berbagi pengalaman kepada mahasiswa. Para mahasiswa yang tergabung dalam Nasional Corrosion Engineer (NACE) Chapter ITS ini antusias menyimak pemaparan pria yang akrab dipanggil Rosi tersebut.

Selain berbagi pengalaman dunia kerja dan iklim profesional, Rosi juga menyampaikan pemaparan tentang Lapangan Banyu Urip. Pemaparan direspon positif dengan berbagai pertanyaan. Diskusi pun menjadi gayeng.

“Kita jelaskan bagaimana Lapangan Banyu Urip beroperasi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” ucap engineer lulusan ITS ini.

Ketua rombongan NACE Chapter ITS, Christoporus Ageng mengatakan bahwa kegiatan kunjungan seperti ini sangat bermanfaat bagi para anggotanya. Kata dia, NACE SC ITS sering melakukan kunjungan belajar ke perusahaan-perusahaan yang relevan demi menambah khasanah wawasan anggotanya.

“Kita juga aktif diskusi agar bisa menyelami dunia profesional mulai dari kampus,” ungkapnya.

NACE SC ITS melakukan kunjungan ke Lapangan Banyu Urip ini diterima oleh manajemen EMCL di visitor center. Kegiatan diawali dengan pemaparan keselamatan, setelah itu rombongan diajak keliling lokasi. Setelah melihat fasilitas lebih dekat, peserta kembali ke ruangan yang kemudian mendapat pemaparan yang utuh tentang Lapangan Banyu Urip.

Juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya mengatakan bahwa kegiatan ini bagian dari Program Student Site Visit EMCL. Melalui kegiatan ini, kata dia, EMCL ingin menjalin hubungan baik dengan akademisi khususnya kampus, menjalin kerjasama, menyerap tenaga-tenaga potensial, dan memberi gambaran tentang perusahaan kepada mahasiswa.

“Ini bagian dari edukasi kepada masyarakat, dalam hal ini kepada mahasiswa yang mungkin kelak jadi tim ahli kami,” pungkas Rexy seraya melempar senyum. [red/JIM]