Potensi Desa

Industri Kreatif Tali Tampar di Desa Ngraho

Pemuda Ngraho dan JIMBojonegoro sedang Mengamati Proses Pembuatan Tali Tampar

 

jimbojonegoro.net-Industri kreatif telah menggeliat di desa sekitar proyek migas Lapangan Banyuurip Blok Cepu. Sektor usaha kecil menengah menjadi tumpuan ekonomi warga sekitar. Se‎perti yang dilakukan Mukit, warga Desa Ngraho Kecamatan Gayam.

Mukit mengaku hampir puluhan tahun menekuni usaha pembuatan tali tampar ini dan masih berjalan hingga saat ini. Proses pengerjaan tampar ini tergolong sederhana, mengapa? Karena pengerjaannya menggunakan alat yang mudah sekali kita jumpai disekitar kita.Seperti kayu balok, benang nilon, jarum jahit atau kawat yang dirangkai sedemikian rupa.

“Kemudian dijadikan sebagai alat pemintal sebagai bahan utama tali tampar,”jelas Mukit kepada jimbojonegoro.net (15/10/2016) kemarin.

Secara sekilas melihat proses pembuatannya cukup rumit dan sulit, namun ditangan Mukit dirasa sudah cukup mudah. Untuk hasil yang didapat yaitu berupa tampar dengan ukuran kecil yang biasa dipakai untuk jaring para nelayan dilaut atau bisa dibuat senar layang-layang.

Menurut dia, sedikitnya telah ada lima usaha pembuatan tali tampar di Desa Ngraho. Mukit mengaku kendala yang dihadapinya adalah masalah bahan baku.

“Hanya bahan – bahannya yang masih susah didapat,”imbuh warga RT.10/02 Desa Ngraho ini.