Inspiratif

EMCL Berangkatkan Siswa Peserta Lomba Robotic di Singapura

jimbojonegoro.net – Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyu Urip Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur memberangkatkan siswa peserta Singapore Robotic Games. Dua siswa dan dua guru dari SMAN 1 Baureno tersebut akan mengikuti lomba selama dua hari pada 18-19 Januari 2016. “SMAN Baureno ini punya inovasi robot sampah yang diantaranya mampu mengantarkan mereka masuk adiwiyata nasional,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nurul Azizah di lobby kantornya pada Senin (16/1/2017).

Menurut Nurul, SMAN Baureno pantas mendapat dukungan untuk berangkat ke Singapura sebagai upaya meningkatkan prestasi Bojonegoro di mata internasional. Karenanya, dukungan EMCL dalam upaya ini sangat berarti bagi semua pihak yang terlibat. “Mari kita sampaikan terima kasih kepada EMCL yang berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan sekaligus dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro ini,” tutur dia di depan tim lomba, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, perwakilan kepolisian pecinta lingkungan dan para wartawan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Baureno, Muhammad Yunus mengaku bangga dengan dukungan semua pihak yang begitu besar ini. Dia menganggap dukungan ini sebagai hasil dari upayanya dalam memajukan sekolah. “Kita ingin menjadikan sekolah pinggiran ini juga menjadi sekolah yang diminati,” katanya.

Yunus berterima kasih kepada EMCL dan Dinas Lingkungan Hidup beserta Dinas Pendidikan yang telah memberikan kepercayaan kepada sekolahnya. Tim robotic di bawah binaannya ini baru didirikan dua tahun lalu. “Namun ternyata hasilnya bagus dan mendapat apresiasi hingga level internasional,” cetusnya.

Dalam ajang Singapore Robotic Games ini SMA Baureno mengirimkan tiga siswanya bersama dua pendamping. Mereka adalah Syaefulloh dan Thoriq, keduanya kelas 11, serta Linda kelas 12. Mereka akan berlomba di Singapura pada 18 Januari dan bergeser ke Johor Malaysia untuk lomba lainnya pada 19 Januari. “Kami akan berangkat besok lewat bandara Juanda,” kata Linda.

Sementara itu perwakilan EMCL, Ichwan Arifin menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bentuk komitmen EMCL dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Dia berharap, dunia pendidikan di Bojonegoro akan semakin termotivasi dan maju hingga taraf internasional. “Semoga pulang dengan prestasi, dan pesan saya, untuk selalu menjaga keselamatan. Pergi selamat hingga kembali dengan prestasi,” papar dia.

Selain dukungan seperti ini, imbuh Ichwan, EMCL juga mendukung pengembangan kapasitas guru, mengembangkan pendidikan berkarakter, serta pengembangan infrastruktur sekolah di sekitar wilayah operasi. Program yang digulirkan EMCL didasarkan pada hasil analisa kebutuhan masyarakat dan koordinasi dengan pemerintah. “Dukungan EMCL tidak menggantikan peran pemerintah, semua hasil koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya.